Sharing cerita berkendara di country road Australia

Kali ini saya mau bercerita pengalaman saya berkendara di daerah rural atau biasanya disebut country road yang ada di Australia. Berbekal pengalaman selama 6 bulan tinggal di daerah rural australia, banyak hal yang bisa dibagikan. Saya sendiri datang ke Australia hanya untuk menemani istri yang kebetulan dapat beasiswa studi di tahun kemarin. Dikarenakan kami tinggal di daerah rural jadi sarana trasportasi tak selengkap di daerah metro seperti Sidney, Brisbane, atau kota-kota besar lainnya. Kota tempat kami tinggal ini kalo di Indonesia sama atau setara seperti kota-kota kabupaten. Sarana transportasi publik yang tersedia berupa bus-bus kota, namun belum semua tercover dengan mudah dan jadwalnya pun tidak sebanyak di daerah metro. Berdasarkan hal tersebut kami pun memutuskan membeli sebuah mobil agar lebih mudah dan fleksibel buat kemana-mana. Selain harga mobil bekas di Australia cenderung lebih murah, itu menurut saya sih.

Mobil kami merupakan mobil bekas yang kami beli dari seorang teman yang telah tinggal di australia cukup lama. Sebuah sedan Toyota corolla keluaran tahun 1999 menjadi mobil pertama kami yang akhirnya menemani kami selama di Australia. Cerita pengalaman bersama mobil ini lah yang ingin saya bagikan, karena menurut saya banyak pengalaman menarik yang bisa kami dapatkan. Cerita ini akan saya awali dengan bagaimana mudahnya membeli mobil bekas di Australia.

Cerita berawal dari niatan kami yang ingin membeli mobil dan kebetulan juga ada teman yang mau jual mobilnya. Teman kami punya dua mobil dan mobil yang kami beli ini merupakan mobil lamanya. Mobil ini sudah jarang dipakai lagi dan sudah ditawar-tawarkan ke beberapa temannya namun belum ada yang mau membelinya, jadi akhirnya ni mobil dianggurkan. Kalo menurut saya mungkin dikarenakan sebagian besar orang-orang disana sudah punya mobil masing-masing jadi agak mikir-mikir juga kalo beli mobil lagi yang sudah bekas (just opini pribadi sih, hehehe). Setelah bernego-nego akhirnya deal sudah mobil ini kami beli. Karena kebaikan hati teman kami, mobil ini akhirnya kami bayar dengan mengangsur beberapa bulan (maklum keluarga mahasiswa dengan jatah uang hidup yang terbatas....hehehe). Setelah beberapa bulan akhirnya lunas juga nih mobil, akhirnya kami harus mendaftarkan mobil yang kami beli sebagai mobil atasnama saya atau di Indonesia sering kita sebut dengan balik nama. 

Berbekal selembar surat yang berisikan pernyataan pembelian mobil dari penjual ke pembeli, mungkin kalo disini sama dengan nota pembelian kali ya. Kalo tidak salah disana disebutnya dengan istilah notice of disposal. Kami berangkat lah ke kantor "pelayanan jalan dan maritim" ya kalo kita sama dengan kantor samsat. Sesampainya di kantor pelayanan kami disambut petugas front office dan menanyakan maksud tujuan kami, kemudian mengisi form pelayanan dan menunggu antrian. Giliran nomor antrian kami dipanggil, kami jelaskan maksud tujuan kami untuk transfer registration kepada petugas. Setelah dicek berkas kami, "ada ID yang lain selain paspor" tanya petugas. Saya kasih SIM A dia bilang "No". "do you have a student card" tanyanya lagi, "No I don't have it" jawabku, "bank account?" kembali dia bertanya, "No" jawabku lagi. Sambil tersenyum dia bilang "Hey, What are you doing here?" kemudian dia jelaskan untuk transfer registrasi diperlukan dua ID, paspor dan bank account atau kartu pelajar. Akhirnya kami kembali pulang dan harus membuat akun bank sebagai persyaratan. Waktu itu sudah hampir jam 4 sore kami berangkat ke kantor bank yang ada di kampus istriku. Untungnya petugas bank belum pulang sehingga kami masih bisa dilayani, karena biasanya kantor bank tutup di jam setengah 5. Hanya dengan modal paspor akhirnya kami berhasil mengaktifkan account bank. Dikarenakan hari sudah sore, pengurusan pergantian nama dilanjutkan besok pagi.

Keesekon harinya kami kembali lagi ke kantor pelayanan, seperti hari sebelumnya kami harus mengisi form pelayanan dan menunggu antrian. Setelah dicek berkas kami kemudian petugas menjelaskan bahwa karena tanggal penjualannya lebih dari 14 hari sebelumnya maka kami harus membayar hampir dua kali lipat sekitar $170 dari yang seharusnya $92. "No" jawabku, tanggal kami beli memang ditanggal sesuai yang di surat namun karena kami belinya mengangsur jadi mobil baru menjadi penguasaan kami ditanggal 14 hari yang lalu sehingga hari ini adalah hari terakhir. "No" jawabnya, "kalo emang begitu harusnya tanggal penjualan adalah ditulis yang 14 hari yang lalu ini". Akhirnya kami diberikan alternatif lagi mengisi form pernyataan penjualan sesuai tanggal yang baru dan harus ada tanda tangan seller. Kebetulan teman kami (seller) posisinya lagi kerja dan susah dihubungi, kami pun makin pusing. Kebayang kan uang yang harus dibayarkan dua kali lipatnya (uang didompet lagi mepet....hehehe). Sekitar jam 12an akhirnya kami berhasil menghubungi, kemudian bla bla bla panjang lebar menjelaskan. Ok saya pulang jam 1 nanti langsung kerumah buat tanda tangan berkasnya. setelah ditanda tangan kami langsung kembali ke kantor pelayanan buat mengajukan berkas pergantian nama mobil kami. Seperti biasa harus melewati pengisian form palayanan dan antrian (hehehehe.....3x). Hanya sekitar 10-15menit proses pergantian nama selesai dengan biaya sekitar $90an (selesai juga.....).

Dari proses yang telah kami jalani sebenarnya penggantian nama cukuplah mudah kalo kita mengerti dan tau proses serta persyaratannya. Proses yang lama sepeerti yang kami alami sebenarnya karena ketidaktahuna kami saja......hehehe. Secara garis besar step yang harus dilalui adalah
1. Mengisi nota disposal (semacam akta jual beli)
2. Segera lakukan pendaftaran balik nama maksimal 14 hari setelah pembelian (kalo tak mau bayar labih mahal...hehehe)
3. Persiapan persyaratannya 2 buah ID (paspor dan kartu pelajar atau bank account ini buat foreign seperti saya)
4. Persiapkan juga uang buat bayar biaya balik nama, bisa cash atau pakai kartu credit/debit
5. Tambahan, kalo mau ganti plat nomor sesuai yang kita inginkan siapkan uang yang lebih (kita bisa pakai plat nomor dengan nama kita atau apapun sesuka kita....hehehe)
6. Tambahan lagi, proses balik nama sebenarnya bisa juga dilakukan secara online namun kita harus punya SIM (Australia driver licence) ato photocard (semacam KTP) untuk daftar akun onlinenya.

sekian pengalaman beli mobil di Australia, cerita selanjutnya bersambung 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar